Latest articles :
<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Showing posts with label Islamic Quotes. Show all posts
Showing posts with label Islamic Quotes. Show all posts

Islam Picture

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Islamic Wallpaper
Islamic Picture
Continue Reading


123

Meyakini Rukun Iman Yang Enam

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pengenalan Islam yang Pertama adalah Aqidah Yaitu : Meyakini Rukun-Rukun (Pilar-Pilar) Iman yang enam dengan berdasarkan urutan dan atau tingkatannya adalah dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1- Beriman kepada Allah, diwujudkan dengan hal-hal berikut :

a. Satu : Beriman kepada rububiyyah Allah Subhanahu Wata’ala, maksudnya : Allah adalah Tuhan, Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala urusan.

b. Beriman kepada uluhiyyah Allah Ta’ala, maksudnya : Allah Ta’ala sajalah Tuhan yang berhak disembah, dan semua sesembahan selain-Nya adalah bathil.

c. Beriman kepada nama - nama dan sifat-sifat-Nya, yang juga menjelaskan kekuasaan Nya

Maksudnya: bahwasanya Allah Ta’ala memiliki nama- nama yang mulia, dan sifat-sifat yang sempurna serta
agung sesuai dengan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

2- Beriman kepada para Malaikat : Malaikat adalah hamba-hamba yang mulia. Mereka diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya, serta tunduk dan patuh menta’ati-Nya. Allah telah membebankan kepada mereka berbagai tugas. Diantara mereka adalah Jibril; ditugaskan menurunkan wahyu dari sisi Allah kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang dikehendaki-Nya.

Mikail yang ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh- tumbuhan. Israfil yang bertugas meniupkan sangsakala di hari terjadinya kiamat. Dan Malaikat Maut, bertugas mencabut nyawa ketika ajal tiba. dan sebagainya

3- Beriman kepada Kitab-kitab Allah Subhanahu Wata'ala :
Allah -Yang Maha Agung dan Mulia- telah menurunkan kepada para rasul-Nya kitab-kitab, mengandung petunjuk dan kebaikan. Yang kita ketahui di antara kitab-kitab itu adalah :

a. Taurat, diturunkan Allah kepada Nabi Musa alaihis salam, ia merupakan kitab Bani Israil yang paling agung.
b. Injil, diturunkan Allah kepada Nabi Isa alaihis salam.
c. Zabur, diturunkan Allah kepada Daud alaihis salam.
d. Shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ’alaihimas salam.
e. Al Qur’an yang agung, diturunkan Allah Ta’ala kepada nabi-Nya Muhammad, penutup para nabi.

Dengannya Allah telah menasakh (menghapus) semua kitab sebelumnya. Dan Allah telah menjamin untuk memelihara dan menjaganya; karena ia akan tetap menjadi hujjah atas semua makhluk, sampai hari kiamat.

4. Beriman kepada para rasul :

Allah telah mengutus para rasul kepada makhluk-Nya. Rasul pertama adalah Nuh dan yang terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan semua rasul itu adalah manusia biasa, tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat ketuhanan. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang telah dimuliakan dengan kerasulan. Dan Allah telah mengakhiri semua syari’at dengan syari’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau diutus untuk seluruh manusia. Maka tidak ada lagi nabi sesudahnya.

5. Beriman kepada hari akhirat :

Yaitu hari kiamat, tidak ada hari lagi setelahnya, Ketika Allah membangkitkan manusia dalam keadaan hidup untuk kekal di tempat yang penuh kenikmatan atau di tempat siksaan yang amat pedih. Beriman kepada Hari Akhir meliputi beriman kepada semua yang akan terjadi setelah mati, yaitu: ujian kubur, kenikmatan dan siksaannya, serta apa yang akan terjadi setelah itu, seperti kebangkitan dan hisab, kemudian surga atau neraka.

6. Beriman kepada Takdir :

Takdir artinya: beriman bahwasanya Allah telah mentaqdirkan semua yang ada dan menciptakan seluruh makhluk sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu, dan menurut kebijaksanaan-Nya. Maka segala sesuatu telah diketahui oleh Allah, serta telah pula tertulis disisi-Nya, dan Dialah yang telah menghendaki dan menciptakannya.

Wallahu A'lam
Continue Reading


123

Islam Tidak Hanya Kata, Tapi Juga Perbuatan

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Islam sebagai agama merupakan tuntunan aplikatif yang tidak hanya berkutat dalam hal ritualistik batiniyah belaka, karena Islam tidak hanya kata, tapi juga perbuatan”. 

Agama bukan hanya sebuah disiplin praktis yang mengajari kita menemukan kemampuan baru pikiran dan hati, namun leih jauh agama adalah penuntun jasad dan jiwa dalam rangka menemukan segala sesuatu yang tidak bisa dibayangkan dengan pikiran namun lebih jauh kepada sesuatu yang mengeherankan (Azib , Azaib) yang mana hal tersebut akan menghantarkan kita kepada suatu keyakinan akan keberadaan Yang Hidup dan Maha Hidup , Pengatur Alam Semesta Raja Segala Raja, Yang Memiliki Arsy yang tinggi.

Sebagai makhluk beragama pada suatu saat tertentu kita akan dihadapkan kembali kepada pencarian  jati diri guna untuk mengenal dan mencari serta mengetahui , Rabb Alam Semesta yang mengatur segala sesuatunya, sehinggalah kita dapat menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita akan kembali kepada Sang Pencipta dengan harapan dapat menjalani kehidupan yang aman dan tentram serta kepuasan batin tersendiri, karena agama sebagai lembaga suci yang menjadikan manusia sebagai makluk etis dan estetis. 

Dalam memahami agama, sebagian dari kita cenderung mendefenisikan agama sebagai sarang ritualistik sempit, wadah suci yang akan mengantarkan kepada kesenangan, dan seringkali berorientasi kepada tujuan yang tidak tertentu. Tidak memikirkan dan memiliki proses dalam melaksanakan instruksi teks suci agama(ayat - ayat Sang Pencipta) dan mencoba mengiterpretasikan teks suci agama ke ranah intuisi, rasionalisasi, dan aksiologi, dan pengejawantahan yang kemudian menghantarkan setiap seseorang kepada nafsu yang mereka sebut akal dan diterjemahkan kepada rasionalitas, sedangkan pada kenyataannya segala sesuatu yang ada dan terjadi didunia ini adalah berdasarkan kepada Irasionalitas, meskipun dalam konteks tertentu memiliki kesamaan laku dan trend (dibahas lebih mendalam pada eskatologi islam).

Agama sebagai fondasi yang berkontribusi dalam kemajuan tatanan sosial kemasyarakatan, merupakan acuan dasar dalam menjalani aktifitas keseharian sebagai makhluk ber-Tuhan. Manusia beragama cenderung bijaksana dan menghargai proses dalam kehidupan keseharian. Mereka beragama dengan terus memahami dan berbuat secara terus menerus untuk menumbuhkan kenikmatan dalam menjalani ritualistik agama yang dianutnya. 

Sebagian orang memandang agama sebagai “kecakapan” yang diperoleh melalui latihan terus menerus, yang dikaji dan dilakukan serta dianalisis guna untk memperoleh keahlian sebagai hasil dari proses memahami dan latihan dalam beragama sehingga terciptalah dimensi transenden kehidupan yang bukan sekedar kenyataan eksternal, melainkan yang identik dengan level terdalam wujud yang mereka anut. padahal sejatinya segala sesuatu telah diukur , diciptakan dan ditentukan sebagaimana apa yang telah Allah Subhanahu Wata'ala tentukan, kita hanya bisa menjalani dan atau mencoba adapun hasilnya adalah kembali kepada otoritas Sang Pencipta, sehingga seberapapun kerasnya kita mencoba dan berusaha tanpa ada izin dan atau syafa'at dari Yang Maha Kuasa , maka percumalah apa yang telah mereka lakukan selama ini, dan atau sia - sia, karena mereka lebih memilih kepada keinginan yang ada pada diri mereka sendiri.

Kata “agama” jika kita ambil dari bahasa Sansekerta berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan ber-religi, maka seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Sebenarnya agama dalam Islam secara bahasa disebut din atau ad dien yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti tradisi, perilaku, perhitungan, kekuasaan, hukum, ketaatan, balasan, peraturan. Secara istilah umum dien dapat juga diartikan sebagai agama. Dien Islam berarti peraturan – peraturan Allah untuk mengatur umat manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Al Qur’an adalah sebagai landasan teoritis tertinggi dalam Islam, yang merupakan tuntunan dasar ummat dalam menjalani kehidupan demi untuk keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akherat. Sedangkan As-Sunnah adalah landasan teoritis sebagai pengurai kebuntuan ummat dalam memahami isi Al Qur’an, Tidak hanya Sunnah Rosul, Islam juga mengakui Ijma’ dan Qiyas sebagai metodelogi memahami hukum Islam. 

Bersambung Insya Allah
Continue Reading


123

Oh Allah Guide Me

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Oh Allah, place taqwah in my heart, guide me on a straight path, help those who are most in need, and then help me, increase my Faith to what it was the moment I said shahada. Oh my Lord, Place taqwah in the hearts of all the Muslims so that it burns like fire in their chest guiding them in the day and comforting them in the night. Oh Allah strengthen our faith as if Rasulullah were walking amongst us.

Aameen

Hardships just make realize that this dunya really is just dunya a place where hate exists, a place where sickness, and racism, and evil, and lies. And Jannah is beyond all this, free of all this- free of difficulty and grief and anxiety and stress and loss. Free from all of it.

Oh... Allah, make us inhabitants of your Jannah, there is nothing more that we could want at the end of the day.

Aameen
Continue Reading


123

Believe In God

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

When we are done grieving we have to come to terms with what hurt us so much, forgive if it is needed, and be able to let go. Life consists of many aspects, and there are many keys and principles that we must learn to accumulate the most success. One thing that we must do in life is to laugh when we can. Laughter is great for us emotionally, physically, and spiritually, because of its natural healing effects, and stress reducers.


So stop holding on to what hurts, let go of the negativity, let go of the disappointment, let go of the regret, and be all that you can be by making room for happiness, success and fulfillment.In our lives we are faced with many circumstances including instances of heartbreak that we may at one point have had control over, but eventually will not. Stop holding on to what hurts and make room for what feels good.

One lesson that we must all take with us everywhere we go in our lives is that we have to live courageously. We must all be willing to accept the things that have happened in our lives that we never wanted to happen, learn the things in our lives we never cared to learn about, and let the people go in our lives that are only bringing us down. When you are able to let go of the person that you were, then and only then are you truly able to start becoming the person that you know you can be.

Believe in God and give the best what you can
Continue Reading


123
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Copyright © 2011. Islamic Education Blogs - All Rights Reserved
Proudly powered by Free Blogger Template