Latest articles :
<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Showing posts with label Apocalypse. Show all posts
Showing posts with label Apocalypse. Show all posts

Al Zalzalah ( Goncangan )

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah diturunkan sesudah surat An Nisaa'. Nama Al Zalzalah diambil dari kata : Zilzaal yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang berarti goncangan.

Pokok-pokok isinya :

Kegoncangan bumi yang amat hebat pada hari kiamat dan kebingungan manusia ketika itu; manusia pada hari kiamat itu dikumpulkan untuk dihisab segala amal perbuatan mereka,Surat Az Zalzalah menerangkan tanda-tanda permulaan hari kiamat dan pada hari itu manusia akan melihat sendiri hasil perbuatan mereka, baik ataupun buruk, meskipun sebesar dzarrah.

Al-Zalzalah 1 - 8

001. (Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba (dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.

002. (Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya) berupa semua perbendaharaan yang dikandungnya termasuk orang-orang mati, kemudian semuanya itu dicampakkan ke permukaannya.

003. (Dan manusia bertanya) yakni orang yang ingkar kepada adanya hari berbangkit ("Mengapa bumi jadi begini?") ia mengatakan demikian dengan nada ingkar kepada kenyataan yang sedang mereka alami ketika itu, yaitu keadaan menjelang hari kiamat.

004. (Pada hari itu) menjadi Badal dari lafal Idzaa berikut Jawabnya (bumi menceritakan beritanya) yaitu menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan di atas permukaannya, amal baik dan amal buruk.

005. (Karena sesungguhnya) hal itu terjadi disebabkan karena (Rabbmu telah memerintahkan kepadanya) yang demikian itu. Di dalam sebuah hadis disebutkan, "Setiap hamba laki-laki dan perempuan menyaksikan (pada hari itu) semua amal perbuatan yang telah dilakukannya di muka bumi."

006. (Pada hari itu manusia keluar) maksudnya mereka berangkat meninggalkan tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yakni terpisah-pisah; ada yang mengambil jalan ke kanan yaitu menuju ke surga dan ada yang mengambil jalan ke kiri yaitu menuju ke neraka (supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka) maksudnya balasan amal perbuatan mereka, berupa surga atau neraka.

007. (Maka barang siapa yang mengerjakan seberat zarah) atau seberat semut yang paling kecil (kebaikan, niscaya dia akan melihatnya) melihat pahalanya.

008. (Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya pula) artinya dia pasti akan merasakan balasannya.

Wallahu A'lam
Continue Reading


123

Islam Tidak Hanya Kata, Tapi Juga Perbuatan

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

"Islam sebagai agama merupakan tuntunan aplikatif yang tidak hanya berkutat dalam hal ritualistik batiniyah belaka, karena Islam tidak hanya kata, tapi juga perbuatan”. 

Agama bukan hanya sebuah disiplin praktis yang mengajari kita menemukan kemampuan baru pikiran dan hati, namun leih jauh agama adalah penuntun jasad dan jiwa dalam rangka menemukan segala sesuatu yang tidak bisa dibayangkan dengan pikiran namun lebih jauh kepada sesuatu yang mengeherankan (Azib , Azaib) yang mana hal tersebut akan menghantarkan kita kepada suatu keyakinan akan keberadaan Yang Hidup dan Maha Hidup , Pengatur Alam Semesta Raja Segala Raja, Yang Memiliki Arsy yang tinggi.

Sebagai makhluk beragama pada suatu saat tertentu kita akan dihadapkan kembali kepada pencarian  jati diri guna untuk mengenal dan mencari serta mengetahui , Rabb Alam Semesta yang mengatur segala sesuatunya, sehinggalah kita dapat menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita akan kembali kepada Sang Pencipta dengan harapan dapat menjalani kehidupan yang aman dan tentram serta kepuasan batin tersendiri, karena agama sebagai lembaga suci yang menjadikan manusia sebagai makluk etis dan estetis. 

Dalam memahami agama, sebagian dari kita cenderung mendefenisikan agama sebagai sarang ritualistik sempit, wadah suci yang akan mengantarkan kepada kesenangan, dan seringkali berorientasi kepada tujuan yang tidak tertentu. Tidak memikirkan dan memiliki proses dalam melaksanakan instruksi teks suci agama(ayat - ayat Sang Pencipta) dan mencoba mengiterpretasikan teks suci agama ke ranah intuisi, rasionalisasi, dan aksiologi, dan pengejawantahan yang kemudian menghantarkan setiap seseorang kepada nafsu yang mereka sebut akal dan diterjemahkan kepada rasionalitas, sedangkan pada kenyataannya segala sesuatu yang ada dan terjadi didunia ini adalah berdasarkan kepada Irasionalitas, meskipun dalam konteks tertentu memiliki kesamaan laku dan trend (dibahas lebih mendalam pada eskatologi islam).

Agama sebagai fondasi yang berkontribusi dalam kemajuan tatanan sosial kemasyarakatan, merupakan acuan dasar dalam menjalani aktifitas keseharian sebagai makhluk ber-Tuhan. Manusia beragama cenderung bijaksana dan menghargai proses dalam kehidupan keseharian. Mereka beragama dengan terus memahami dan berbuat secara terus menerus untuk menumbuhkan kenikmatan dalam menjalani ritualistik agama yang dianutnya. 

Sebagian orang memandang agama sebagai “kecakapan” yang diperoleh melalui latihan terus menerus, yang dikaji dan dilakukan serta dianalisis guna untk memperoleh keahlian sebagai hasil dari proses memahami dan latihan dalam beragama sehingga terciptalah dimensi transenden kehidupan yang bukan sekedar kenyataan eksternal, melainkan yang identik dengan level terdalam wujud yang mereka anut. padahal sejatinya segala sesuatu telah diukur , diciptakan dan ditentukan sebagaimana apa yang telah Allah Subhanahu Wata'ala tentukan, kita hanya bisa menjalani dan atau mencoba adapun hasilnya adalah kembali kepada otoritas Sang Pencipta, sehingga seberapapun kerasnya kita mencoba dan berusaha tanpa ada izin dan atau syafa'at dari Yang Maha Kuasa , maka percumalah apa yang telah mereka lakukan selama ini, dan atau sia - sia, karena mereka lebih memilih kepada keinginan yang ada pada diri mereka sendiri.

Kata “agama” jika kita ambil dari bahasa Sansekerta berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan ber-religi, maka seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan. Sebenarnya agama dalam Islam secara bahasa disebut din atau ad dien yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti tradisi, perilaku, perhitungan, kekuasaan, hukum, ketaatan, balasan, peraturan. Secara istilah umum dien dapat juga diartikan sebagai agama. Dien Islam berarti peraturan – peraturan Allah untuk mengatur umat manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Al Qur’an adalah sebagai landasan teoritis tertinggi dalam Islam, yang merupakan tuntunan dasar ummat dalam menjalani kehidupan demi untuk keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akherat. Sedangkan As-Sunnah adalah landasan teoritis sebagai pengurai kebuntuan ummat dalam memahami isi Al Qur’an, Tidak hanya Sunnah Rosul, Islam juga mengakui Ijma’ dan Qiyas sebagai metodelogi memahami hukum Islam. 

Bersambung Insya Allah
Continue Reading


123

Siapakah Yesus Kristus

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Yesus dari Nazaret, juga disebut sebagai Yesus Kristus atau hanya Kristus, adalah tokoh sentral dari agama Kristen. Kebanyakan denominasi Kristen menghormati dia sebagai Allah Anak dan percaya bahwa ia akan bangkit dari kematian setelah disalibkan.

Sumber utama informasi mengenai Yesus empat Alkitab Injil kanonik, yang kebanyakan sarjana Alkitab berguna untuk merekonstruksi kehidupan dan ajaran Yesus. Para ahli telah berkorelasi tentang catatan Perjanjian Baru dengan non-Kristen catatan sejarah untuk sampai pada kronologi taksiran episode utama dalam kehidupan Yesus.

Kebanyakan sejarawan modern setuju bahwa Yesus ada dan adalah seorang guru Yahudi dari Galilea di Romawi Yudea, yang dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan disalibkan di Yerusalem atas perintah Prefek Romawi, Pontius Pilatus, dengan tuduhan penghasutan terhadap Kekaisaran Romawi. Para ahli telah menawarkan deskripsi dan potret kehidupan Yesus yang bersaing, yang kadang-kadang berbagi sejumlah atribut tumpang tindih, seperti seorang rabi, seorang penyembuh karismatik, pemimpin gerakan apokaliptik,  Mesias, seorang bijak dan filsuf, atau sosial pembaharu yang mengajarkan tentang "Kerajaan Allah" sebagai sarana untuk transformasi sosial pribadi dan egaliter.

Kristen secara tradisional percaya bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan sebagai mujizat yang dilakukan dan atau tanda - tanda kekuasaan Allah, dan kemudian berkorban untuk memperoleh penebusan atas dosa manusia, kemudian bangkit dari kematian dan naik ke surga, dari mana ia akan kembali. Mayoritas orang Kristen mempercayai bahwa Yesus sebagai inkarnasi Allah dan Pribadi Kedua dari Tritunggal Kudus. Namun sebagaian kelompok Kristen menolak Trinitarianisme dan Kebanyakan sarjana Kristen sekarang ini menampilkan Yesus sebagai Mesias yang ditunggu dijanjikan dalam Perjanjian Lama dan sebagai tanda-tanda munculnya kerajaan Allah dengan alasan bahwa dia memenuhi nubuatan Mesianik dari Perjanjian Lama.

Yudaisme menolak kepercayaan bahwa Yesus adalah Mesias yang ditunggu, dengan alasan bahwa ia tidak memenuhi nubuatan Mesianik di Tanakh tersebut. Dalam Islam, Yesus ( عيسى dalam penggunaan Islam, sering diterjemahkan sebagai Isa) dianggap sebagai salah satu nabi yang penting Allah, pembawa kitab suci, dan produk dari kelahiran dari seorang perawan, tetapi bukan korban dari penyaliban melainkan diganti dengan orang lain yang serupa sedangkan عيسى atau yesus yang sebenarnya telah diangkat Oleh Allah  kisah ini serupa dengan kisah penyembelihan Isma'il yang kemudian diganti dengan hewan / binatang kurban , sedang isma'il telah diselamatkan.

Meskipun beberapa sarjana telah mempertanyakan keberadaan Yesus sebagai tokoh sejarah yang sebenarnya, dan beberapa sekte Kristen awal menyangkal bahwa Yesus ada sebagai makhluk fisik, kebanyakan ahli terlibat dalam penelitian sejarah percaya keberadaannya, tetapi klaim supranatural terkait dengan dia tidak dapat dibangun menggunakan bukti dokumenter dan lainnya.

Keterlibatan Romawi di Yudea dimulai sekitar 63 SM / SM dan oleh 6 AD / CE Yudea telah menjadi sebuah provinsi Romawi. Dari 26-37 AD / CE Pontius Pilatus menjadi gubernur Romawi Yudea. Dalam periode ini, meskipun Romawi Yudea yang strategis di Timur Dekat, dekat dengan Saudi dan Afrika Utara, itu tidak dipandang sebagai sebuah provinsi yang sangat penting oleh orang Romawi. Pada waktu itu orang Romawi yang sangat toleran terhadap agama-agama lain dan membiarkan populasi lokal seperti orang Yahudi untuk mempraktekkan agama mereka sendiri.

Dari Berbagai sumber bersambung ke catatan selanjutnya
Continue Reading


123
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Copyright © 2011. Islamic Education Blogs - All Rights Reserved
Proudly powered by Free Blogger Template