Latest articles :
<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Showing posts with label life quotes. Show all posts
Showing posts with label life quotes. Show all posts

Aku Telah Bersalah, Wahai Amirul Mukminin

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Khalifah Harun ar-Rasyid mengajarkan kepada al-Ashma'i tentang prinsip-prinsip dan kaidah nahi munkar terhadap penguasa (pejabat).

Suatu ketika seorang da'i yang tidak mengetahui sedikit pun tentang prinsip- prinsip itu mendatangi khalifah dan menasihatinya dengan kata-kata keras dan kasar. Meskipun ar-Rasyid menyenangi para ulama dan sering duduk-duduk bersama sambil mendengarkan nasihat mereka, lain halnya dengan seorang yang satu ini.

Ar-Rasyid berkata kepadanya, "Cobalah engkau berbicara dengan baik dan objektif kepadaku."

Da'i itu menjawab, "Itu adalah yang paling minimal bagimu."

Ar-Rasyid, "Cobalah beritahu kepadaku siapa yang lebih jahat, aku atau Fir'aun?"

Sang da'i, "Fir'aun."

Ar-Rasyid, "Siapakah yang lebih baik, engkau atau Musa bin Imran?" Sang da'i, "Musa."

Ar-Rasyid, "Apakah engkau tidak tahu ketika Allah SWT mengutus Musa dan saudaranya Harun kepada Fir'aun? Allah berpesan kepada keduanya, "Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."

Sang da'i, "Ya, aku tahu."

Ar-Rasyid, "Itu adalah Fir'aun yang penuh dengan kesombongan dan kezaliman, sementara engkau datang kepadaku dengan keadaan begitu. Aku melaksanakan kewajiban-kewajibanku terhadap Allah, aku hanya menyembah kepada Allah. Aku menaati hukum-hukum, perintah dan larangan-Nya, sedangkan engkau menasihatiku dengan nada yang keras dan kata-kata yang kasar tanpa tata krama dan akhlak. Engkau tidak akan aman dan selamat jika aku menangkapmu. Dan jika engkau telah menawarkan jiwamu, berarti engkau sudah tidak memerlukannya lagi."

Sang da'i, "Aku telah bersalah, wahai Amirul Mukminin dan aku minta maaf."

Ar-Rasyid, "Semoga Allah mengampunimu."

Kemudian Khalifah memberinya uang dua puluh ribu dirham, tetapi sang da'i menolak menerimanya.
Continue Reading


123

Hati Yang Selalu Merasa Cukup

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pandangan seseorang manusia terhadap sesuatu memberi pengaruh terhadap tindakannya, seperti pandangan tentang kekayaan yang semata-mata bertumpu pada harta, sehingga hartalah yang paling dicari, atau pandangan yang bertumpu pada wanita maka wanitalah yang paling dicari, dan sebagainya. harta dan atau istri / suami juga umumnya dianggap sebagai hal yang merubah identitas seseseorang dari orang miskin menjadi orang kaya dan dari status bujang kemudian beristri atau bersuami yang kemudian akan memberikan image atau pandangan dimuliakan.

Catatan yang demikian bukan berarti tidak boleh mencari harta yang banyak dan atau tidak boleh menikah, akan tetapi islam mengajarkan tata cara dalam memperoleh , mempergunakan dan atau menyimpan baik harta maupun pasangan hidup, pandangan seperti ini jika kemudian tidak dibarengi dengan aturan yang telah ditetapkan bukan kecil bahayanya,  banyak manusia telah tenggelam dalam kubangan hawa nafsunya dalam mengejar harta dan atau pasangan hidup.

Semakin dituruti, hawa nafsu semakin merajalela dan semakin pula rasa tidak cukup dalam diri manusia sehinggalah habis sisa usia seseorang untuk memenuhinya. Bahkan kata Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat” (HR.Imam Bukhari). Akibatnya manusia menjadi sakit hati dan tak pernah tenang dalam hidupnya karena senantiasa dipacu untuk memenuhi hawa nafsu.

Untuk itu, sangat penting mengikuti ajakan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam untuk membetulkan pandangan tentang kekayaan, agar manusia menjadi tenang dan selamat dunia dan akhirat.  Yaitu, hati yang merasa cukup, itulah kekayaan yang sebenarnya. kekayaan ini terbukti hanya dimiliki sebahagian kecil orang di dunia ini. Buktinya, sangat banyak orang yang tidak merasa kaya atau tidak dianggap kaya, meskipun memiliki kekayaan hati. bahkan, sangat banyak orang merasa kaya, meskipun hatinya miskin kasih sayang, keadilan, empati, dan sebagainya.

“Kekayaan yang sebenarnya bukanlah harta yang banyak, namun kekayaan yang sebenarnya adalah hati yang selalu merasa cukup” (HR. Bukhari & Muslim)
Continue Reading


123

Do'a Menyatukan Hati

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ini salah satu doa di dalam Al-Ma'tsurat namanya doa Robithoh biasanya dibaca untuk menyatukan hati manusia yang telah terpecah belah dari jalan Allah.

اللهم إنك تعلم أن هذه القلوب ، قد اجتمعت علي محبتك
و التقت علي طاعتك , و توحدت علي دعوتك ، و تعاهدت علي نصره شريعتك ..
فوثق اللهم رابطتها
و أدم و دها ، و اهدها سبلها ، و املأها بنورك الذي لا يخبو ..
و اشرح صدورها بفيض الإيمان بك ، و جميل التوكل عليك ..
و أحيها بمعرفتك ، و أمتها علي الشهادة في سبيلك .
إنك نعم المولي و نعم النصير

Yaa Allah...
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

satukanlah ya Allah hati hati kami, hati hati mereka, agar terus tetap berada di jalan dakwah ini. semoga di akhir perjalanan ini kami masih bisa menghabiskan waktu bersama, dan bisa memberikan sesuatu untuk orang lain.
Continue Reading


123

Kami Memohon kepada-Mu

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Engkau Ya Rabb, telah mewajibkan hamba-hamba-Mu untuk beribadah kepada-Mu, Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu,

Engkau janjikan kepada mereka ijabah-Mu.

Karena itu kami hadapkan wajah kami kepada-Mu kami ulurkan tangan kami

Ya Allah, bukalah untuk kami daun-daun pintu magfirah-Mu di malam ini ,

Ya Allah Melalui keagungan-Mu, tanamkanlah di dalam lubuk hati kami sumber-sumber kekhusyu’an, alirkanlah bulir-bulir bening air mata kami karena takut akan keagungan-Mu.

Ya Allah, selamatkan kami dari neraka dan berilah ampunan di siang dan malam.

Ya Allah kami memohon kepada-Mu kebebasan dari nereka dengan selamat, Masukkan kami kesurga dengan tentram.

Ya Allah! kami ketuk pintu rahmat-Mu dengan tangan harapan kami, kami berlari menuju-Mu untuk meminta lindungan dari hawa nafsu yang merajalela.

Ya Rabb, ampunilah ketergelinciran dan kesalahan yang telah kami perbuat, Selamatkanlah kami agar tidak terjerumus ke dalam kehancuran.

Demi kebesaran-Mu, maka perkenankan doa kami
Continue Reading


123

Appreciate The Small Things In Life

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Happiness always looks small while you hold it in your hands, but let it go, and you learn at once, how big and precious it is. Being happy is sometimes hard to see when we actually have it, and sometimes leads us to take it for granted.


We must also know that happiness may come in the morning, but the joy you have in your life, Don't take your happiness for granted, and appreciate the small things in life, appreciate the time that you spend with the people you love, and appreciate every moment that you get to go after your dreams.

In our lives we face so much difficulty, especially when we try to grab life by the horns on a daily basis in our best effort to seize every day and to go after our dreams. 

One principle that we must absorb while we experience life is that our happiness has a lot to do with the type of attitude that we are willing to live with. If we choose to look at life negatively and only see the darkness in life we will miss out on the beautiful stars that shine brightly in the sky.

If you are trapped between your feelings and what other people think is right, always go for whatever makes you happy, unless you want everybody to be happy except you. Being happy is ultimately a decision we must all make in our lifetime. Letting ourselves be confused by what other people want for us to do with our lives, and living out what we know is right in our heart is something that we can't allow.

In fact, it is probably most beneficial if we at least create some distance between the people and ourselves in our lives that don't support our dreams.
Continue Reading


123
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Support : Copyright © 2011. Islamic Education Blogs - All Rights Reserved
Proudly powered by Free Blogger Template