Latest articles :
<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Showing posts with label hadith quotes. Show all posts
Showing posts with label hadith quotes. Show all posts

Bentuk Perlindungan Terhadap Muslim

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda :

Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Duda/janda (orang yang telah pernah menikah) yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kandungan Hadist :

1. Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga sebab, yaitu: zina muhshon (orang yang sudah menikah), membunuh manusia dengan sengaja dan meninggalkan agamanya (murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin.

2. Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad.

3. Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya.

4. Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk mencegah (preventif) dan melindungi.

5. Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada Allah ta’ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya dalam keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum dilaksanakannya hukuman.

6. Hadits di atas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian.

7. Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah ta’ala.

Tema-tema hadits :

1. Nyawa seorang muslim dilindungi : 4 : 93

2. Hukuman dalam Islam sebagai bentuk perlindungan : 2 : 179
Continue Reading


123

Andaikan Umur Dunia Tinggal Satu Hari

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda,

Nyaris tiba saatnya banyak umat yang memperebutkan kalian, seperti orang-orang makan yang memperebutkan hidangannya. Maka, ada seseorang bertanya : "Apakah karena sedikitnya kami pada hari itu?" Beliau menjawab : "Justru jumlah kalian banyak pada hari itu, tetapi ibarat buih di atas air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh kalian dan menimpakan kepada kalian penyakit wahn." Seseorang bertanya: "Apakah wahn itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Cinta dunia dan takut mati. " ( HR. Ahmad : 21891 dan Abu Daud : 4297)

Mungkin Inilah zaman yang dikatakan oleh Rasulullah saw. sebagai puncak kedzaliman dan kecurangan. Para penegak hukum Allah dituding sebagai teroris yang menjadi biang keladi kerusakan dunia, ideologi mereka dituduh sebagai ideologi Iblis dan mereka difitnah dengan keji. Kaum muslimin dikepung dari seluruh dunia, mereka yang istiqamah menjalankan syari'at bagai memegang bara, sangat panas dan hampir-hampir tak mampu untuk menggenggamnya. Dunia terasa sempit bagi setiap mukmin, tidak ada tempat berlari atau wilayah aman untuk tegaknya hukum hukum Allah.

Siapapun yang berani dan atau mau menegakkan hukum Allah maka akan serta merta dituding sebagai terorist dan pengacau keamanan, bahkan tidak tanggung - tanggung para pejuang yang semestinya didukung oleh umat islam yang ingin tegak kembali hukum Allah , demi untuk keselamatan dunia dan akherat malah dianggap sebagai biang kesesatan dan kefasadan. namun jangan khawatir......!! Allah Subhanahu Wata'ala telah menjanjikan Seorang Mujaddid yang akan memperbarui semua kondisi ini, melalui janji yang keluarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yakni datangnya Al Mahdi.

Al-Mahdi yang dijanjikan akan muncul di saat fitnah benar-benar tidak ada jalan keluar, saat kaum muslimin telah mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga mereka untuk menegakkan seruan-seruan-Nya, namun dilain sisi kebengisan musuh dan makar jahat mereka akan semakin menggila. Di saat manusia dilanda perselisihan dan pertikaian, serta gempa-gempa yang tiada kunjung berhenti Al Mahdi akan datang untuk memerangi kedzaliman, menaklukkan seluruh dunia, memberikan ketenangan dan menyeru umat manusia hingga benar benar hanya Allah Subhanahu Wata'ala saja yang disembah. "Demi Allah, andaikan umur dunia tinggal satu hari, niscaya Allah akan panjangkan hingga Ia membangkitkan seorang lelaki dari keluargaku. Namanya sama dengan namaku, nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku dan ia menebarkan kedamaian di bumi" (HR. Tirmidzi)
Continue Reading


123

Allah Akan Menyebarkan 'Azab

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda :

إِذَا ظَهَرَ الْمَعَاصِيْ فِيْ أُمَّتِيْ عَمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ، فَقُلْتُ:
 يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَمَا فِيْهِمْ يَوْمَئِذٍ أُنَاسٌ صَالِحُوْنَ؟
 قَالَ: بَلَى.
 قُلْتُ: فَكَيْفَ يَصْنَعُ بِأُلَـئِكَ؟
 قَالَ: يُصِيْبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسُ ثُمَّ يَصِيْرُوْنَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ

Artinya: “Jika timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab (siksa) kepada mereka.

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah tidak ada pada waktu itu orang-orang shalih?”

Beliau menjawab:”ada”.

Aku bertanya lagi: “Apa yang akan Allah perbuat kepada mereka?”

Jawab beliau: “Allah akan menimpakan kepada mereka adzab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan maksiat, kemudian mereka akan mendapat ampunan dan keridhoan dari Robbnya.” (HR. Imam Ahmad)
Continue Reading


123

Jalan Keselamatan Dan Kesuksesan.

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka yang tidak berguna dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka. (Bukhari dan Muslim)

Pelajaran :
  • Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam.
  • Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
  • Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
  • Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
  • Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
  • Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
  • Wajib mengikuti Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, ta’at dan menempuh jalan keselamtan dan kesuksesan.
  • Al Hafiz berkata: Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.
Wallahu A'lam
Continue Reading


123

The Mercy of Allah ( مغفرة )

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

The Mercy of Allah

Humran, the freed slave of Uthman, reported: I saw Uthman call for a vessel of water and he poured water over his hands three times and then washed them. Then he put his right hand in the vessel and rinsed his mouth and cleaned his nose. Then he washed his face three times and his hands up to the elbow three times. Then he wiped his head and washed his feet three times. Then he said that the Messenger of Allah, peace be upon him, had said, “He who performed ablution like this ablution of mine and offered two cycles of prayer without allowing his thoughts to be distracted, then all his previous sins would be expiated.”

[Sahih Muslim]

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْإِنَاءِ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Aisha reported: I said, “O Messenger of Allah, in the time of ignorance the son of Jud’an would maintain family ties and feed the poor. Will that benefit him?” The Prophet, peace be upon him, said, “It will not benefit him because, indeed, he never said even for one day: My Lord, forgive my sins on the Day of Judgment.”

[Sahih Muslim]


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ

يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ

 قَالَ لَا يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Jundab reported: The Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم said: A man said, “By Allah! Allah will not forgive so-and-so!” So Allah Almighty said, “Who is he who swore by Me that I will not forgive so-and-so? I have forgiven him and nullified your good deeds.”

[Sahih Muslim]

عَنْ جُنْدَبٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدَّثَ أَنَّ رَجُلاً قَالَ

 وَاللَّهِ لاَ يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلاَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَىَّ أَنْ لاَ أَغْفِرَ لِفُلاَنٍ

 فَإِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِفُلاَنٍ وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ
Continue Reading


123

Salah Satu Sumber Perpecahan Islam

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda :

"Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya(@) maka dia tertolak. (Riwayat Bukhari dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak"

@ Yang dimaksud adalah, perbuatan-perbuatan yang dinilai ibadah tetapi tidak bersumber dari ajaran Islam dan tidak memiliki landasan yang jelas, atau yang lebih dikenal dengan istilah bid’ah.

Kandungan Hadist :
  1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
  2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
  3. Islam adalah agama yang berdasarkan (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ittiba’ ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih- lebihan dan mengada-ada.
  4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.
"Inilah salah satu sumber perpecahan dalam islam karena masing - masing saling membid'ahkan yang lain"

Hendaknyalah kita kembalikan kepada Al Quran

Tiap masa ada kitab tertentu , masing - masing memiliki pemahaman yang berbeda , tentang syariat yang pada hakekatnya adalah sama , jika terdapat perbedaan dan persengketaan maka... kembalilah.......!! kepada Al Quran Tidaklah berselisih sesudah datang keterangan 
keterangan tentang urusan agama , melainkan karena kedengkian yang 
ada pada masing -masing, dan Allah akan mengadili mereka" Al Ayat

Wallahu A'lam
Continue Reading


123

Ketetapan Allah Terhadap Hamba Nya

| 0 komentar

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: 

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagianya. 

Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. 

Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kandungan Hadist :
  1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluk- Nya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah bahagia dan celaka.
  2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
  3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
  4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
  5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hati karenanya.
  6. Kehidupan ada di Tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
  7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.
Wallahu A'lam
    Continue Reading


    123

    Enjoining and Forbidding

    | 0 komentar

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    Abu Umayyah Ash-Sha’bani رضى الله عنه said: 

    I asked Abu Tha’labah Al-Kushani, “What do you say about the verse: Take care of yourselves (5:105)?” 

    He said: By Allah, you have asked one aware. I asked the Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم about it and he said, “You should enjoin good and forbid evil, until you see greed being obeyed and followed, and the world is preferred and amazed is everyone with his own opinion, then your duty is for yourself and ignore the common people. Indeed, ahead of you are days of patience, wherein patience will be like grasping hot coals, and the one who does good deeds will have the reward of fifty men who do likewise.” 

    Someone added, “O Messenger of Allah, the reward of fifty of them?” 

    He صلى الله عليه وسلم said, “The reward of fifty of you.” 

    [Abu Dawud, Grade: Hasan]

    أَبُو أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيُّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ فَقُلْتُ يَا أَبَا ثَعْلَبَةَ كَيْفَ تَقُولُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ وَزَادَنِي غَيْرُهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ

    Hadith on Patience: Ahead of you are Days of Patience in which Patience is like grasping a Hot Coal
    Continue Reading


    123

    Marriage in Islam

    | 0 komentar

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    There is not a weakness that Allah can't fill, not a sickness that he cannot heal, not a sorrow that he doesn't share, moment by moment you are under his care!

    In Islam, marriage is a blessed contract between a man and a woman, in which each becomes “permitted” to the other, and they begin the long journey of life in a spirit of love, co-operation, harmony and tolerance, where each feels at ease with the other, and finds tranquility, contentment and comfort in the company of the other. The Qur’an has described this relationship between men and women, which brings love, harmony, trust and compassion, in the most moving and eloquent terms:

    ( And among His Signs is this, that He created for you mates from among yourselves, that you may dwell in tranquility with them, and He has put love and mercy between your [hearts] ) (Qur’an 30:21)

    This is the strongest of bonds, in which Allah (Subhanahu wa ta’ala) unites the two Muslim partners, who come together on the basis of love, understanding, co-operation and mutual advice, and establish a Muslim family in which children will live and grow up, and they will develop the good character and behavior taught by Islam. The Muslim family is the strongest component of a Muslim society when its members are productive and constructive, helping and encouraging one another to be good and righteous, and competing with one another in good works.

    The righteous woman is the pillar, cornerstone and foundation of the Muslim family. She is seen as the greatest joy in a man’s life, as the Prophet (sallallahu ‘alayhi wa sallam) said:

    “This world is just temporary conveniences, and the best comfort in this world is a righteous women.”1

    A righteous woman is the greatest blessing that Allah (Subhanahu wa ta’ala) can give to a man, for with her he can find comfort and rest after the exhausting struggle of earning a living. With his wife, he can find incomparable tranquility and pleasure
    Continue Reading


    123

    islamic hadith quotes

    | 0 komentar

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    The Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam said : Actually Allah says :

    Those who fight my guardian, then indeed I have declared war on him. And it's not my servant drawing near to Me with anything more I practice the love of the practice-practice which I have appointed for him. And my servant will always bring him to me until I love him. And if I had loved him, then I am his hearing with which he hears, and I was the vision which he saw, and I was his hand which he reached for something and he walked with his feet. And when he asked me then I'll grant it was, and when he asked for protection to me, then indeed 



    I will give him protection. And it's not something I would hesitate about something, I am the culprit, as my indecision in the soul of a believer who does not like death, while I do not like bad behavior " 


    And Allaah knows best
    Continue Reading


    123

    Islamic Law, "Shariah"

    | 0 komentar

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    Islamic Sharia is Islamic law and the rules that govern the lives of Muslims around the joints. In addition to containing the laws and rules, Islamic law also contains all of life is problem solving. Then by some adherents of Islam, Islamic law is comprehensive and complete guide of all problems of human life and the life of this world. 

    Related to the orderly arrangement of Sharia, the Qur'an in Surat al-Ahzab verse 36 teaches that if the Allah and His Messenger have decided a case, then Muslims are not allowed to take any other provision. Therefore, it is implicitly understood that if there is a case that Allah and His Messenger have not yet adopted its provisions, then Muslims can decide that its provisions. Understanding of the meaning is supported by verses of the Qur'an in Surah Al Maidah (Sura 5:101) which states that things are not explained its provisions has been forgiven of God. 

    Thus, the case that Muslims face in life beribadahnya to God it can be simplified into two categories, namely what is referred to as a matter of principle included in the category of Personality 'and the cases that fall within the Furu' Personality '. 

    Islamic Law  is the law according to the Muslim faith and as interpreted from the Koran and hadith also known as Sharia law. Sometimes referred to as Muslim law. Some Islamic law jurists make a distinction between sharia law and fiqh and conclude that Islamic law includes, inter alia, sharia law first, given its divine origin; and fiqh second, as a body of law which interprets sharia. 

    Schacht writes: "The sacred law of Islam is an all-embracing body of religious duties, the totality of Allah's commands that regulate the life of every Muslim in all its aspects." Islamic law is probably best known for deterrent punishment which is the basis of the Islamic criminal system, and the discrimination against women. Another important feature of Muslim law is the fact that there is no clear separation of church and state. 

    Under Islamic law, the religion of Islam and the government are one. Islamic law is controlled, ruled and regulated by the Islamic religion; a theocracy. Islamic law purports to regulate all public and private behavior including personal hygiene, diet, sexual conduct, and child rearing. Islamic law now prevails in countries all over the Middle East and elsewhere covering 20 per cent of the world's population. Despite its relative inflexibility, in some ways, Islamic law is superior to other systems of law, such as the preference given to arbitration in civil disputes.
    Continue Reading


    123
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
     
    Support : Copyright © 2011. Islamic Education Blogs - All Rights Reserved
    Proudly powered by Free Blogger Template